Banyuwangi, analisapublik.id | Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan saat ia menjadi pembicara dalam kegiatan Bhakti Religi dan penyerahan bantuan mushaf Al-Qur’an di Masjid Al-Ikhlas, Pakal, Banyuwangi, Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam ceramahnya, Rofiq mengawali dengan mengulas kisah Nabi Muhammad SAW ketika pertama kali menerima wahyu kenabian. Perintah pertama yang diterima Rasulullah adalah “Iqra” atau bacalah.
Menurutnya, perintah membaca mengandung pesan penting agar manusia terus belajar, memperluas pengetahuan, dan memahami tuntunan kehidupan.
“Sebagai bagian dari ibadah Nabi, saya ingin masyarakat Pakal, Banyuwangi, mau membaca. Salah satunya membaca undang-undang kehidupan. Lebih dari 70 persen isi Al-Qur’an merupakan sejarah dan keteladanan,” ujarnya.
Rofiq menjelaskan, Al-Qur’an memuat banyak contoh mengenai hubungan antarmanusia. Mulai dari tata cara berdagang, sikap seorang kakak kepada adiknya, hubungan pekerja dengan pemberi kerja, hingga tanggung jawab orang tua kepada anak.
Ia juga mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai gambaran hubungan antara ayah dan anak, serta berbagai tuntunan mengenai sikap seorang suami terhadap istrinya.
Menurut Rofiq, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Pesan tersebut tercermin dalam hadis, “Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq,” yang berarti sesungguhnya Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.
Setelah memiliki akhlak yang baik, lanjutnya, manusia perlu mengamalkannya melalui perbuatan yang bermanfaat bagi sesama. Ia mengutip pesan “Khairunnas anfa’uhum linnas,” yakni sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Kebaikan yang dilakukan dengan konsep ihsan, kata Rofiq, akan menghadirkan rahmat bagi seluruh alam sebagaimana pesan “Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin.”
“Yang mendapatkan rahmat tidak hanya manusia. Airnya mendapatkan rahmat, tanahnya mendapatkan rahmat, udaranya mendapatkan rahmat, dan sawah juga mendapatkan rahmat. Apalagi manusia, tentu juga mendapatkan rahmat,” tuturnya.
Pada akhir ceramah, Rofiq mengingatkan masyarakat agar tetap berpegang teguh pada tuntunan Al-Qur’an, meskipun perjalanan hidup tidak selalu mudah.
“Saat kamu berjalan dengan pedoman Al-Qur’an, langkahmu mungkin tidak selalu mudah, tetapi jalanmu dipastikan selamat,” pungkasnya.






