EDITORIALHeadline

Banjir Sungai Petung Rendam Pantura Pasuruan, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

2
×

Banjir Sungai Petung Rendam Pantura Pasuruan, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

Sebarkan artikel ini

PASURUAN ,Analisappublik.id  – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Pasuruan memicu meluapnya Sungai Petung dan merendam ruas Jalan Nasional Pantura di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Pasuruan, Selasa (24/03/2026) malam. Peristiwa ini terjadi di salah satu jalur strategis penghubung kawasan timur dan barat Jawa Timur yang memiliki volume kendaraan tinggi, terutama pada malam hari.

Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 19.57 WIB di sekitar Jembatan Bok Wedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Peningkatan debit air sungai dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya material berupa ranting pohon dan sampah yang menyumbat aliran air di bawah jembatan, sehingga air meluber hingga ke badan jalan nasional.

Genangan yang muncul sempat menutup sebagian ruas jalan dan menghambat arus kendaraan dari dua arah. Situasi ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas mengingat jalur Pantura merupakan salah satu koridor utama transportasi darat nasional.
Merespons kondisi tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 3.5 bersama instansi terkait segera melakukan penanganan di lokasi. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kota Pasuruan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan.

Langkah teknis yang dilakukan di lapangan meliputi pembersihan material yang menyumbat aliran air di bawah jembatan serta pengaturan arus lalu lintas secara situasional. Upaya ini bertujuan mempercepat surutnya genangan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas kendaraan.

Seiring penanganan intensif, kondisi lalu lintas berangsur normal. Arus kendaraan dari arah Probolinggo menuju Surabaya maupun sebaliknya telah kembali dibuka dua arah. Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi jalan sebelumnya terdampak genangan.

Petugas juga masih disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air susulan. Pemantauan kondisi sungai dan cuaca dilakukan secara berkala guna memastikan situasi tetap terkendali.

Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut, untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan berkendara. Pengguna jalan juga disarankan menghindari area terdampak jika tidak memiliki kepentingan mendesak hingga kondisi benar-benar aman.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama pada periode curah hujan tinggi yang dapat berdampak langsung terhadap infrastruktur vital dan mobilitas masyarakat.

Sumber: Dinas BBPJN Jatim – Bali
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.