EDITORIALHeadline

Babinsa dan Warga Desa Langsar Sumenep Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Desa

1898
×

Babinsa dan Warga Desa Langsar Sumenep Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Desa

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – analisapublik.id | Upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya kebersihan lingkungan kembali ditegaskan melalui aksi nyata di tingkat desa. Babinsa Koramil 06/Saronggi Kodim 0827/Sumenep bersama warga menggelar kerja bakti pembersihan lingkungan di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Babinsa setempat, Sugiyanto, dengan fokus utama membersihkan rumput liar dan sampah di sepanjang jalan desa. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat interaksi sosial antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

Sugiyanto menegaskan bahwa kerja bakti merupakan bagian dari pendekatan teritorial yang mengedepankan kebersamaan. “Ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan dengan warga,” ujarnya.

Dari sisi partisipasi, keterlibatan warga terlihat cukup tinggi. Masyarakat turun langsung dan bekerja secara kolektif, menunjukkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kondisi ini menjadi indikator bahwa pendekatan gotong royong masih relevan sebagai instrumen sosial dalam membangun perilaku hidup bersih.

Secara substantif, kegiatan ini mencerminkan unsur 5W+1H secara utuh. Apa yang dilakukan adalah kerja bakti pembersihan lingkungan. Siapa yang terlibat meliputi Babinsa dan masyarakat Desa Langsar. Di mana kegiatan berlangsung di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Kapan dilaksanakan pada 27 Maret 2026. Mengapa kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mempererat hubungan sosial. Bagaimana pelaksanaannya melalui gotong royong membersihkan jalan desa dari sampah dan rumput liar.

Lebih jauh, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial yang menjadi karakter masyarakat desa. Gotong royong sebagai kearifan lokal kembali ditegaskan sebagai fondasi dalam pembangunan berbasis partisipasi.

Warga setempat pun berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Konsistensi dinilai menjadi faktor penting agar budaya menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan kolektif.

Dalam konteks pembangunan daerah, sinergi antara aparat dan masyarakat seperti ini menjadi elemen strategis. Selain menciptakan lingkungan yang sehat dan asri, pendekatan partisipatif dinilai mampu memperkuat ketahanan sosial serta mendorong terciptanya desa yang lebih berdaya dan berkelanjutan.

Reporter : Respati
Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.