HeadlineJatim

HUT ke-81 Jatim, Khofifah Paparkan Capaian Nawa Bhakti Satya, Kemiskinan Turun Jadi 9,06 Persen

2382
×

HUT ke-81 Jatim, Khofifah Paparkan Capaian Nawa Bhakti Satya, Kemiskinan Turun Jadi 9,06 Persen

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Jawa Timur menunjukkan perkembangan pada sektor kesejahteraan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan digitalisasi pelayanan publik. Meski demikian, sebanyak 3,71 juta penduduk masih berada di bawah garis kemiskinan.
Pembangunan Jawa Timur menunjukkan perkembangan pada sektor kesejahteraan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan digitalisasi pelayanan publik. Meski demikian, sebanyak 3,71 juta penduduk masih berada di bawah garis kemiskinan.

SURABAYA, ANALISA PUBLIK — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan capaian pembangunan melalui program Nawa Bhakti Satya saat memimpin upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan harus memperkuat perekonomian, memperluas kesempatan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029,” ujar Khofifah.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah penurunan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin Jawa Timur turun dari 9,50 persen pada Maret 2025 menjadi 9,06 persen pada Maret 2026.

Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari sekitar 3,88 juta menjadi 3,71 juta jiwa. Namun, besarnya jumlah masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan menunjukkan bahwa pemerataan kesejahteraan tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.

Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem dilaporkan mencapai 0,29 persen pada 2025. Pemerintah provinsi terus mendorong perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan kesempatan kerja.

Pada sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur tercatat 3,42 persen pada Mei 2026. Data BPS juga menunjukkan bahwa pekerja sektor formal baru mencapai 36,18 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya peningkatan kualitas pekerjaan, produktivitas, dan perlindungan tenaga kerja, selain upaya menekan pengangguran.

Di bidang ketahanan pangan, Jawa Timur mencatat produksi gabah kering giling lebih dari 10,4 juta ton sepanjang 2025. Penguatan komoditas jagung, tebu, peternakan, dan perikanan turut menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

Pada sektor pendidikan, Pemprov Jatim mengembangkan program Jatim World Class Education melalui pendidikan vokasi, beasiswa santri unggul, serta kerja sama pendidikan internasional dengan King’s College London.

Sementara itu, cakupan jaminan kesehatan masyarakat dilaporkan mencapai 96,12 persen hingga September 2026, dengan usia harapan hidup sebesar 75,36 tahun.

Transformasi pelayanan publik juga dilakukan melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI), yang telah mengintegrasikan 241 layanan hingga September 2026.

Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan, efektivitas program tetap perlu diukur berdasarkan manfaat yang diterima masyarakat, termasuk kemudahan mengakses pelayanan dan berkurangnya kesenjangan antardaerah.

“Mari kita lanjutkan langkah bersama, kita kuatkan keunggulan Jawa Timur, kita perluas kesempatan bagi masyarakat, dan kita jaga keberlanjutan pembangunannya,” tegas Khofifah.

Dalam rangkaian upacara, Khofifah juga menganugerahkan Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya kepada 17 tokoh, terdiri atas 13 penerima kategori emas dan empat penerima kategori perak.

Penerima kategori emas antara lain Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abdul Qohar AF, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.

Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur sekaligus menjadi momentum evaluasi pembangunan. Penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pemerataan pendidikan dan kesehatan, serta transparansi pelayanan publik menjadi indikator yang perlu terus dikawal agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, 12 Oktober 2026; Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.