HeadlinePemerintahan

Investasi Rp23,6 Triliun: Surabaya Tak Cuma Mengejar Angka, Warga Menanti Dampak

5
×

Investasi Rp23,6 Triliun: Surabaya Tak Cuma Mengejar Angka, Warga Menanti Dampak

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, ANALISAPUBLIK.ID – Arus investasi di Kota Surabaya mencapai Rp23,608 triliun pada semester I 2026. Capaian itu setara 53 persen dari target tahunan Rp44,26 triliun. Tantangan berikutnya bukan sekadar mendatangkan modal, melainkan memastikan geliat investasi benar-benar membuka lapangan kerja dan menggerakkan usaha masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, nilai investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Totalnya tercatat melalui 68.840 proyek, meningkat 6,06 persen dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp22,177 triliun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, realisasi investasi hingga triwulan II telah melampaui separuh target yang ditetapkan.

“Untuk investasi dari target Rp44,26 triliun (2026), kita sudah lebih dari 50 persen di triwulan II,” kata Eri, Jumat (9/10/2026).

Pemkot Surabaya, lanjutnya, memperkuat pelayanan bagi pelaku usaha melalui integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta penyediaan Klinik Investasi.

“Sistem kami memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja, berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Kami juga menyediakan Klinik Investasi yang mendampingi investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan,” ujarnya.

Menurut Eri, kemudahan pemantauan perizinan melalui ponsel pintar diharapkan memperkuat kepastian hukum dan transparansi. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang jelas agar kepercayaan investor tumbuh.

“Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh,” tuturnya.

Ia menargetkan realisasi investasi sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp44 triliun. Namun, keberhasilan investasi, menurut Eri, tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk. Dampaknya terhadap pekerja dan pelaku usaha lokal juga harus diperhatikan.

“Ketika investasi masuk, ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan pekerja, pekerjanya dari warga Surabaya. Mereka membutuhkan makanan untuk pekerjanya, maka UMKM Surabaya juga ikut bergerak,” ujar Wali Kota Eri.

Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi, menyebut target investasi semester I sebesar Rp22 triliun telah terlampaui.

“Target realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp22 triliun, sehingga realisasi investasi tahun 2026 sampai dengan semester I sudah melebihi target,” ujar Lasidi.

Ia menjelaskan, investasi semester I 2025 sebesar Rp22,177 triliun meningkat menjadi Rp23,608 triliun pada periode yang sama tahun ini.

“Pada semester I 2025, realisasi investasi Surabaya tercatat sebesar Rp22,177 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp23,608 triliun pada semester I 2026,” tutur Lasidi.

Dari sisi sektor usaha, kategori usaha lainnya mencatat investasi terbesar, yakni Rp7,869 triliun melalui 28.186 proyek. Perdagangan dan reparasi menyusul dengan Rp3,665 triliun dari 30.255 proyek. Transportasi, pergudangan dan telekomunikasi mencapai Rp3,219 triliun dari 1.085 proyek, sedangkan jasa lainnya mencatat Rp3,116 triliun melalui 8.651 proyek.

Sektor pertambangan membukukan Rp2,929 triliun dari 75 proyek. Sementara itu, perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp2,806 triliun dari 588 proyek.

Investasi dalam negeri masih mendominasi dengan nilai Rp21,974 triliun melalui 67.625 proyek. Adapun investasi asing mencapai Rp1,633 triliun dari 1.215 proyek.

Singapura menjadi penyumbang investasi asing terbesar dengan Rp409,79 miliar dari 253 proyek. Berikutnya, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mencatat Rp365,76 miliar dari 510 proyek, Malaysia Rp302,42 miliar dari 16 proyek, Korea Selatan Rp172,35 miliar dari 42 proyek, dan Belanda Rp136 miliar dari 15 proyek.

Memasuki semester II 2026, DPMPTSP menyiapkan penguatan pendampingan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), promosi melalui pameran investasi, serta penawaran proyek siap investasi atau Investment Project Ready To Offer (IPRO).

“Kami melaksanakan Ngobrol pelaporan LKPM melalui online, publikasi informasi pelaporan LKPM melalui videotron, hingga melakukan bimbingan teknis tata cara pelaporan LKPM kepada pelaku usaha,” kata Lasidi.

Ia menambahkan, promosi juga dilakukan dengan menawarkan potensi investasi di setiap kecamatan kepada calon investor.

“Jadi kami melakukan promosi investasi di Kota Surabaya melalui pameran investasi, pembuatan IPRO untuk ditawarkan ke investor, serta memberikan penjelasan peta potensi investasi di wilayah setiap kecamatan di Kota Surabaya kepada calon investor,” katanya.

Upaya pendampingan turut menyasar pelaku usaha yang telah beroperasi agar persoalan perizinan dapat diselesaikan.

“Kami mendampingi pelaku usaha lama apabila ada permasalahan perizinan berusaha serta melakukan penyelesaian masalah pada perizinan berusaha-nya. Selain itu, kita juga memberikan penghargaan bagi pelaku usaha yang berkontribusi tinggi kepada Kota Surabaya,” pungkasnya.

Besarnya investasi menjadi modal penting bagi perekonomian Surabaya. Ukuran keberhasilan selanjutnya adalah seberapa jauh pertumbuhan tersebut menghadirkan pekerjaan, memperkuat UMKM, dan memberi manfaat nyata bagi warga.

 

Reporter: Widodo

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.