HeadlineNasional

Era AI Ubah Peta Dunia Kerja, Menaker Yassierli: Ijazah Saja Tak Lagi Cukup

1695
×

Era AI Ubah Peta Dunia Kerja, Menaker Yassierli: Ijazah Saja Tak Lagi Cukup

Sebarkan artikel ini

PADANG, ANALISA PUBLIK — Gelombang kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, ekonomi hijau, hingga perubahan demografi mulai membentuk ulang kebutuhan tenaga kerja. Di tengah transformasi tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan generasi muda bahwa mengandalkan ijazah semata tidak lagi cukup untuk bersaing di pasar kerja.

Kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bekal yang semakin menentukan ketika teknologi mengubah jenis pekerjaan sekaligus cara manusia bekerja.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam kuliah umum bertema “Kesiapan Generasi Muda Menghadapi Transformasi Dunia Kerja” di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).

“Dalam menyikapi perubahan tersebut, tidak cukup jika hanya berbekal ijazah. Kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar,” ujar Yassierli.

 

Menurut dia, transformasi teknologi tidak hanya berpotensi mengubah pekerjaan yang selama ini telah ada, tetapi juga melahirkan profesi dan kebutuhan keterampilan baru yang sebelumnya belum menjadi bagian utama dalam pasar tenaga kerja.

Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri melalui reskilling dan upskilling, yakni mempelajari keterampilan baru sekaligus meningkatkan kemampuan yang telah dimiliki.

Peningkatan kompetensi menjadi penting bukan hanya agar tenaga kerja mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga untuk membuka peluang memasuki bidang-bidang pekerjaan baru yang tumbuh seiring perkembangan teknologi.

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong penguatan core skills dan integrated skills sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.

Core skills mencakup kompetensi teknis sesuai bidang, sertifikasi, portofolio, serta pengalaman praktik. Sementara integrated skills menekankan kemampuan seseorang menggabungkan berbagai keterampilan agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Dengan demikian, kesiapan memasuki dunia kerja tidak lagi cukup ditunjukkan melalui latar belakang pendidikan formal. Kemampuan menerapkan keterampilan dalam situasi nyata semakin menjadi faktor penting yang perlu dibangun sejak berada di bangku pendidikan.

AI Tak Menghapus Peran Manusia

Di tengah pesatnya penggunaan AI, Yassierli menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak serta-merta menghilangkan pentingnya peran manusia.

Sebaliknya, kemampuan seperti kreativitas, empati, integritas, komunikasi hingga pengambilan keputusan justru perlu semakin diperkuat agar manusia mampu bekerja berdampingan dengan teknologi.

“Di tengah perkembangan AI, peran manusia dalam kreativitas, empati, integritas, kemampuan mengambil keputusan harus terus diperkuat. Karena itu, kita perlu belajar bekerja bersama teknologi,” katanya.

Kemampuan beradaptasi juga tidak hanya bergantung pada penguasaan keterampilan teknis. Generasi muda didorong membangun growth mindset, memperluas pengalaman, serta memiliki ketekunan atau grit untuk terus meningkatkan kemampuan.

Perubahan tersebut membuat kemampuan belajar secara berkelanjutan menjadi semakin penting. Keterampilan yang dibutuhkan industri hari ini belum tentu tetap sama dalam beberapa tahun mendatang ketika teknologi, model bisnis, dan kebutuhan pasar terus berkembang.

Pemerintah Siapkan Ekosistem Pelatihan

Untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja, pemerintah melalui Kemnaker menyiapkan sejumlah instrumen pengembangan kompetensi, mulai dari Balai Pelatihan Vokasi, Program Pemagangan Nasional, pengembangan talenta, hingga sertifikasi kompetensi berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat transisi generasi muda dari dunia pendidikan menuju dunia kerja sekaligus menjembatani kebutuhan kompetensi tenaga kerja dengan perkembangan industri.

“Dunia kerja akan terus berubah. Karena itu, generasi muda harus memiliki semangat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan. Pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem pendukungnya tersedia,” ujar Yassierli.

Perubahan dunia kerja tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ukuran kesiapan seseorang memasuki pasar tenaga kerja terus berkembang.

Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh gelar pendidikan yang tercantum dalam ijazah, tetapi semakin bergantung pada kombinasi kompetensi, pengalaman, kemampuan memanfaatkan teknologi, keterampilan manusia, serta kecepatan beradaptasi terhadap perubahan.

Di era AI, ijazah tetap menjadi bagian penting dari rekam pendidikan seseorang. Namun, kemampuan membuktikan keterampilan, mengembangkan kompetensi, dan terus belajar menjadi modal yang semakin menentukan ketika kebutuhan dunia kerja bergerak jauh lebih cepat.

Sumber: Biro Humas Kemnaker dan Universitas Baiturrahmah

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.