FLORES, ANALISAPUBLIK.ID — Pemulihan infrastruktur jalan pascagempa terus dilakukan di Ruas Reo–Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsoran serta perbaikan sejumlah titik badan jalan yang mengalami kerusakan dan amblas akibat dampak bencana.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Material berupa batu, tanah, serta vegetasi yang masuk dan menutup sebagian badan jalan dibersihkan agar jalur tersebut tetap dapat dilalui masyarakat. Pembersihan menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi jalan sekaligus mencegah material mengganggu arus kendaraan.
Selain membersihkan badan jalan, petugas juga melakukan penanganan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan dan amblas. Perbaikan dilakukan dengan menghamparkan material pasir batu atau sirtu pada bagian jalan yang terdampak. Material tersebut kemudian diratakan dan dipadatkan untuk memperbaiki kondisi badan jalan sehingga lebih aman dilewati kendaraan.
Penanganan pascagempa tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur sekaligus menjaga konektivitas masyarakat di wilayah terdampak. Keberadaan Ruas Reo–Dampek memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga sehingga akses jalan perlu dipertahankan selama proses pemulihan berlangsung.
Kerusakan jalan akibat bencana dapat menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pembersihan material dan perbaikan titik amblas dilakukan agar fungsi ruas jalan dapat kembali berjalan secara bertahap.
Kementerian PU melalui BPJN Nusa Tenggara Timur terus melakukan penanganan di lapangan pada bagian-bagian jalan yang terdampak gempa.Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk menjaga akses masyarakat, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan di sepanjang jalur terdampak.






