LAMONGAN, analisapublik.id – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Provinsi Jawa Timur mulai melaksanakan pekerjaan rekonstruksi jalan dengan perkerasan beton (rigid pavement) pada jalan pendekat atau oprit Jembatan Kepuh Gajah. Pekerjaan tersebut berada di ruas jalan nasional batas Kota Lamongan–batas Kabupaten Gresik KM SBY 41+000, tepatnya di akses Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan sisi timur.
Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 2 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 35 hari kalender. Rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Pekerjaan ini dilakukan untuk menyambungkan segmen jalan beton yang sebelumnya telah dibangun. Selain itu, rekonstruksi bertujuan meningkatkan kualitas layanan jalan pada lokasi yang sebelumnya masih menggunakan perkerasan aspal dan kerap mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas lalu lintas.
Dengan adanya peningkatan struktur jalan menggunakan beton, diharapkan daya tahan jalan menjadi lebih baik sehingga mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan dalam jangka panjang.
BBPJN Jawa Timur–Bali juga menargetkan pekerjaan ini dapat mengoptimalkan akses keluar-masuk kendaraan menuju kawasan Jalan Lingkar Utara Lamongan yang menjadi salah satu jalur strategis penghubung wilayah Lamongan dan Gresik.
Selama proses pengerjaan berlangsung, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui skema contraflow yang didukung oleh Satlantas Polres Lamongan. Pengaturan tersebut diterapkan guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalkan gangguan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menyesuaikan rute maupun waktu perjalanan guna menghindari potensi kepadatan selama pekerjaan berlangsung.
BBPJN Jawa Timur–Bali berharap dukungan seluruh pihak agar proses rekonstruksi dapat berjalan lancar sehingga infrastruktur jalan yang lebih andal, aman, dan nyaman segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali






