EDITORIALHeadline

Kolaborasi Indonesia–Korea Uji Teknologi Warm Mix Asphalt di Tol Pemalang–Batang, Dorong Pemanfaatan Asbuton Nasional

1455
×

Kolaborasi Indonesia–Korea Uji Teknologi Warm Mix Asphalt di Tol Pemalang–Batang, Dorong Pemanfaatan Asbuton Nasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, analisapublik.id | Upaya pengembangan teknologi perkerasan jalan ramah lingkungan terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga. Pada 25 Mei 2026, Ditjen Bina Marga berkolaborasi dengan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea dalam pelaksanaan pilot project penggunaan Asbuton Murni dengan metode Warm Mix Asphalt di Ruas Tol Pemalang–Batang.

Program tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan material lokal nasional, khususnya Aspal Buton (Asbuton), sekaligus mendukung pengembangan teknologi konstruksi jalan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian agenda, mulai dari kunjungan lapangan, pemaparan teknologi, hingga peninjauan stok Asbuton. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas penggunaan Asbuton sebagai material utama pembangunan jalan di Indonesia.

Metode Warm Mix Asphalt dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan dibanding metode konvensional. Teknologi tersebut memungkinkan proses pencampuran dan penghamparan aspal dilakukan pada suhu lebih rendah sehingga mampu mengurangi konsumsi energi dan emisi.

Selain aspek lingkungan, penggunaan Asbuton juga dinilai memiliki potensi memperkuat kemandirian material konstruksi nasional. Pemanfaatan sumber daya dalam negeri diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap bahan impor sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur jalan.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari MOLIT Korea bersama jajaran Ditjen Bina Marga turut melakukan evaluasi terhadap kesiapan material dan implementasi teknologi di lapangan sebagai bagian dari pengembangan sistem perkerasan jalan modern di Indonesia.

Pihak penyelenggara juga menyampaikan klarifikasi terkait kekeliruan penyebutan gelar pada video sebelumnya. Penyebutan yang benar adalah Direktur Jenderal Bina Marga.

Kolaborasi internasional ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan teknologi jalan berkelanjutan yang mampu mendukung kualitas infrastruktur nasional secara jangka panjang.

Editor: Respati
Sumber: PU Bina Marga BBPJ

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.