EDITORIALHeadline

Kadensus 88 Tekankan Perlindungan Anak dan Literasi Digital Hadapi Ancaman Terorisme Era Digital

3691
×

Kadensus 88 Tekankan Perlindungan Anak dan Literasi Digital Hadapi Ancaman Terorisme Era Digital

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – analisapublik.id | Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak, literasi digital, serta deteksi dini berbasis kolaborasi dalam menghadapi perkembangan ancaman di ruang digital yang semakin kompleks.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan bedah buku berjudul “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” yang digelar pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan itu membahas pola baru penyebaran paham kekerasan dan radikalisme melalui platform digital yang dinilai semakin menyasar kelompok anak dan remaja.

Dalam paparannya, Irjen Pol. Sentot Prasetyo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang berada pada fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial maupun dunia maya.

Menurutnya, pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital tidak dapat hanya mengedepankan aspek penindakan hukum. Ia menilai perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan harus menjadi prioritas utama dalam upaya pencegahan.

“Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital perlu mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan,” ujar Sentot dalam forum tersebut.

Ia menambahkan, Densus 88 telah melakukan asesmen dan pemetaan terkait kerentanan anak di ruang digital. Hasilnya menunjukkan sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, mulai dari krisis identitas, keterasingan sosial, perundungan, hingga kebutuhan akan penerimaan sosial.

Selain itu, Sentot menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, orang tua, hingga masyarakat dalam membangun sistem perlindungan digital yang lebih kuat dan adaptif.

Menurutnya, literasi digital menjadi salah satu langkah strategis untuk membentengi anak dan remaja dari pengaruh negatif, termasuk paparan konten kekerasan, radikalisme, maupun propaganda terorisme yang berkembang melalui media digital.

Kegiatan bedah buku tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan terorisme berbasis pendekatan humanis dan perlindungan masyarakat di era transformasi digital saat ini.

Editor: Respati
Sumber: analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.