CIREBON, analisapublik.id | Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Barat–DKI Jakarta terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur nasional di jalur Pantai Utara (Pantura). Saat ini, ruas strategis yang menghubungkan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat hingga perbatasan Jawa Tengah di wilayah Losari tengah menjalani pekerjaan rekonstruksi jalan menggunakan perkerasan beton atau rigid pavement sepanjang 5,14 kilometer.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari program preservasi dan penguatan konektivitas jalur logistik nasional yang selama ini menjadi urat nadi distribusi barang antarwilayah.
Rekonstruksi dilakukan pada ruas Pantura Cirebon–Losari, salah satu koridor utama transportasi nasional yang setiap harinya dilintasi kendaraan berat dengan intensitas tinggi. Kondisi lalu lintas yang padat serta beban muatan besar menjadi alasan utama penggunaan teknologi perkerasan beton yang dinilai lebih kuat dan memiliki usia layanan lebih panjang dibanding lapisan aspal konvensional.
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung pada Mei 2026 dan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas di lapangan guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional.
BBPJN Jawa Barat–DKI Jakarta menjelaskan bahwa penggantian struktur jalan dari aspal menjadi beton berkualitas tinggi diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jalan, meminimalkan kerusakan seperti lubang dan gelombang, sekaligus menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi pengguna jalan.
Selain memperkuat struktur jalan nasional, proyek ini juga diharapkan mampu mendukung efisiensi biaya distribusi barang antarprovinsi, mengingat ruas Pantura merupakan salah satu jalur logistik paling vital di Pulau Jawa.
Selama proses konstruksi berlangsung, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas sementara, serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga keselamatan bersama.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Barat – DKI






