EDITORIALHeadline

Stok Hewan Kurban Jatim Surplus, Pemprov Pastikan Kesiapan Idul Adha 2026 Aman dan Terkendali

1461
×

Stok Hewan Kurban Jatim Surplus, Pemprov Pastikan Kesiapan Idul Adha 2026 Aman dan Terkendali

Sebarkan artikel ini

SURABAYA — analisapublik.id Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan menyeluruh dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kesiapan tersebut mencakup aspek ketersediaan ternak, kesehatan hewan, dukungan sumber daya manusia, hingga infrastruktur pemotongan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban secara aman dan lancar.

Dari sisi ketersediaan, stok hewan kurban di Jawa Timur tahun ini berada dalam kondisi surplus. Data menunjukkan ketersediaan sapi mencapai 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor. Untuk kambing, tersedia 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, sementara domba tercatat 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor. Adapun kerbau tersedia sebanyak 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor.

Kondisi surplus ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa distribusi hewan kurban di Jawa Timur berada dalam posisi aman dan terkendali, sehingga masyarakat tidak menghadapi risiko kekurangan pasokan selama momentum Idul Adha.

Selain ketersediaan, aspek kesehatan hewan juga menjadi prioritas utama. Pemprov Jawa Timur menyiagakan 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Seluruh petugas tersebut bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna memastikan hewan dalam kondisi sehat serta daging yang dihasilkan memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal.

Dari sisi infrastruktur, kesiapan juga diperkuat dengan dukungan 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan hewan kurban, serta 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). Selain itu, lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan di luar RPH telah terdata dan siap digunakan, dengan dukungan tambahan 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan di lapangan.

Dalam aspek pengendalian penyakit, Pemprov memastikan bahwa ancaman Penyakit Mulut dan Kuku dan Lumpy Skin Disease telah berhasil ditekan secara signifikan melalui program vaksinasi dan pengawasan intensif.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas kesehatan hewan dan keamanan pangan, sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai standar kesehatan veteriner dan syariat.

Dengan kesiapan yang terukur dan berbasis data tersebut, pelaksanaan Idul Adha 2026 di Jawa Timur diproyeksikan berlangsung kondusif, aman, serta memenuhi prinsip kesejahteraan hewan dan keamanan konsumsi masyarakat.

Reporter: Rijen Senario

Editor: Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.