EDITORIALHeadline

LaNyalla Terpilih Aklamasi Pimpin PB Muaythai Indonesia 2026–2030, Fokus Pembinaan dan Target Olimpiade 2032

1308
×

LaNyalla Terpilih Aklamasi Pimpin PB Muaythai Indonesia 2026–2030, Fokus Pembinaan dan Target Olimpiade 2032

Sebarkan artikel ini

JAKARTA , 124analisapublik.id  | AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) untuk masa bakti 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV PB MI. Forum tertinggi organisasi tersebut digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Pemilihan secara aklamasi ini mencerminkan dukungan penuh dari seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia terhadap kepemimpinan LaNyalla untuk melanjutkan program pembinaan atlet dan penguatan organisasi.

Munas IV PB MI secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum II KONI Pusat masa bakti 2023–2027, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo. Dalam kesempatan tersebut, Soedarmo juga mengukuhkan LaNyalla bersama jajaran pengurus harian PB MI yang baru.

Usai terpilih, LaNyalla menegaskan arah kebijakan organisasi ke depan akan difokuskan pada penguatan tata kelola, soliditas internal, serta peningkatan prestasi atlet di berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Fokus kita memperkuat tata kelola, menjaga soliditas, dan meningkatkan prestasi atlet. Seluruh insan Muaythai Indonesia harus menjunjung integritas dan bergerak dalam satu komando,” ujar LaNyalla.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi dan menghindari kepentingan pribadi dalam pengelolaan cabang olahraga tersebut. Sebagai bagian dari reformasi organisasi, PB MI telah membentuk Badan Yudisial yang terdiri dari Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik guna memastikan penegakan aturan berjalan konsisten.

Selain penguatan kelembagaan, PB MI akan memprioritaskan pembinaan atlet sebagai langkah strategis menghadapi sejumlah agenda penting, di antaranya Pekan Olahraga Nasional Beladiri, Kejuaraan Nasional 2026, serta persiapan menuju SEA Games Malaysia 2027.

Sementara itu, Soedarmo menilai proses aklamasi yang berlangsung cepat menunjukkan soliditas organisasi yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal utama dalam mendorong peningkatan prestasi Muaythai Indonesia di tingkat global.

“Proses aklamasi yang cepat menunjukkan soliditas organisasi. Ini modal penting untuk membawa Muaythai terus berkembang dan berprestasi,” ujar Soedarmo.

Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet harus diarahkan secara sistematis agar mampu melahirkan atlet berprestasi dunia yang dapat mengharumkan nama Indonesia.

“Outputnya jelas, yaitu melahirkan atlet Muaythai yang mampu menjadi juara dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Soedarmo menyampaikan harapan agar Muaythai Indonesia dapat berkontribusi dalam capaian prestasi pada ajang multievent internasional, termasuk Olimpiade Australia 2032, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan posisi Indonesia di peringkat 10 dunia.

Dalam konteks organisasi, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus pusat dan daerah guna menjaga kesinambungan program pembinaan dan pengembangan atlet.

“Bangun soliditas dan sinergitas antara pengurus pusat dan pengprov. Jika itu terjaga, Muaythai akan menjadi cabang olahraga yang disegani, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Munas IV PB MI sendiri dilaksanakan dengan agenda tunggal pemilihan Ketua Umum. Pelaksanaan forum ini mengacu pada perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah disahkan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), yang memungkinkan percepatan pelaksanaan Munas tanpa tenggat undangan 30 hari, atas permintaan anggota dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Momentum Munas ini sekaligus menjadi titik konsolidasi organisasi untuk memperkuat arah kebijakan strategis dan meningkatkan daya saing Muaythai Indonesia di level internasional.

Reporter: Kiki Juanda, SE
Editor: Mochamad Makruf

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.