EDITORIALHeadline

Pemkot Surabaya Andalkan Koneksi Saluran dan Rumah Pompa untuk Atasi Banjir

1878
×

Pemkot Surabaya Andalkan Koneksi Saluran dan Rumah Pompa untuk Atasi Banjir

Sebarkan artikel ini

Surabaya , Analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat upaya penanganan banjir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya membangun infrastruktur baru, strategi yang kini dijalankan berfokus pada konektivitas saluran air dari kawasan permukiman hingga ke rumah pompa sebagai sistem utama pengendalian genangan.

Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa efektivitas penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan rumah pompa atau drainase semata. Seluruh saluran air harus terhubung dalam satu sistem yang utuh agar aliran air dapat bergerak lancar hingga akhirnya dibuang ke laut.

“Saluran yang ada kita koneksikan, setelah itu dimasukkan ke rumah pompa dan dibuang ke laut. Ini yang kita lakukan,” ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026).

Langkah ini menandai pergeseran pendekatan dari penanganan parsial menuju sistem terintegrasi. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), saluran-saluran kecil di lingkungan perkampungan dihubungkan dengan saluran utama yang bermuara ke rumah pompa.

Dengan sistem tersebut, genangan air diharapkan tidak lagi terjebak di titik tertentu, melainkan langsung mengalir menuju sistem pembuangan yang telah disiapkan.

Di sisi lain, pemerintah kota juga menghadapi tantangan dalam operasional rumah pompa. Tingginya biaya listrik menjadi salah satu kendala utama yang saat ini tengah dicarikan solusi.

Pemerintah Kota Surabaya berencana berkoordinasi dengan PLN untuk kemungkinan penyesuaian tarif listrik bagi fasilitas publik. Selain itu, usulan juga akan diajukan ke pemerintah pusat guna mendukung keberlanjutan operasional rumah pompa.

“Ini untuk pelayanan publik, bukan kepentingan individu. Karena itu kami ajukan agar ada keringanan biaya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem, pemerintah kota juga akan membangun rumah pompa baru di kawasan Simo Kalangan dan Tanjungsari. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di wilayah tersebut.

Selain pembangunan baru, perhatian juga diarahkan pada pengembalian fungsi saluran air di kawasan Kalianak. Kondisi sungai di wilayah ini mengalami penyempitan signifikan, dari semula sekitar 30 meter menjadi hanya sekitar 50 sentimeter akibat tekanan permukiman padat.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama terganggunya aliran air dan meningkatnya risiko banjir.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah kota akan melakukan penertiban kawasan guna mengembalikan fungsi saluran air. Namun, pendekatan yang digunakan tidak semata-mata administratif, melainkan juga mengedepankan komunikasi dengan masyarakat.

“Kita tidak menunjukkan siapa yang kuat, tapi saling memahami. Ini gerakan bersama,” ujarnya.

Sumber ; pemkot Kota Surabaya

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.