BANYUWANGI – analisapublik.id | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama TNI dan Polri memperketat pengamanan menjelang arus balik Lebaran 2026 dengan menyiagakan sedikitnya 1.030 personel gabungan di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat, terutama di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan pasca Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melakukan patroli langsung guna memastikan kesiapan pengamanan di lapangan. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah pos pengamanan Lebaran, mulai dari kawasan Taman Sritanjung hingga Pelabuhan Ketapang yang menjadi simpul utama pergerakan arus balik dari Pulau Bali menuju Jawa.
Patroli dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terpadu untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga dan mampu merespons dinamika di lapangan secara cepat. Fokus pengamanan tidak hanya pada momentum Hari Raya, tetapi juga pada fase arus balik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, khususnya terkait kepadatan lalu lintas dan potensi gangguan keamanan.
“Ini upaya bersama antara pemerintah daerah dan TNI-Polri agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam merayakan Idulfitri sekaligus saat kembali ke daerah perantauan,” ujar Ipuk di Banyuwangi, Jumat (20/3/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban selama periode Lebaran hingga arus balik. Menurutnya, stabilitas keamanan tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga kedisiplinan publik dalam mematuhi aturan.
Dari sisi operasional, Kepolisian Resor Kota Banyuwangi mengerahkan sekitar 330 personel gabungan di titik-titik pengamanan utama. Kekuatan tersebut diperkuat sekitar 700 personel di tingkat kepolisian sektor yang tersebar di seluruh kecamatan, sehingga total personel yang disiagakan mencapai 1.030 orang.
Pengamanan difokuskan pada jalur lalu lintas utama, pusat keramaian, kawasan wisata, serta lokasi ibadah yang masih menjadi titik aktivitas masyarakat pasca Lebaran. Perhatian khusus juga diberikan pada akses menuju Pelabuhan Ketapang sebagai titik krusial dalam distribusi arus balik kendaraan.
Selain penjagaan statis, petugas di lapangan melakukan pengaturan lalu lintas, patroli mobile, serta langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kemacetan, kecelakaan, hingga aktivitas balap liar.
Kapolresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, termasuk tidak menggelar takbir keliling yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan. Takbir dianjurkan dilaksanakan di masjid atau musala agar lebih aman dan tertib.
Masyarakat juga diminta untuk tidak menyalakan petasan atau kembang api karena berpotensi membahayakan keselamatan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan selama arus balik.
Penguatan pengamanan ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah bersama aparat dalam menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat pasca Lebaran. Dengan kesiapan personel dan pengawasan terintegrasi, arus balik Lebaran 2026 di Banyuwangi diharapkan dapat berlangsung lancar, aman, dan terkendali.
Dok: analisapublik.id
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati






