BANYUWANGI – analisapublik.id | Kepolisian Daerah Jawa Timur memperkuat kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 melalui peninjauan langsung di Pos Terpadu ASDP Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (18/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan, pelayanan, serta pengendalian arus kendaraan dan penumpang berjalan optimal menjelang puncak pergerakan masyarakat.
Peninjauan dipimpin Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan Kapolres Banyuwangi. Kehadiran jajaran pimpinan kepolisian tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola koordinasi lintas instansi di lapangan.
Bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri.
Pos Terpadu Ketapang berfungsi sebagai titik kontrol strategis yang mengintegrasikan aspek pengamanan, pelayanan, serta pengendalian arus lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ketapang—simpul transportasi vital penghubung Pulau Jawa dan Bali.
Pengecekan Personel dan Sarana Pendukung
Dalam agenda tersebut, Kapolda Jatim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, termasuk distribusi kekuatan pengamanan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan. Evaluasi juga mencakup fasilitas pos pelayanan, sistem komunikasi, serta kelengkapan peralatan pendukung pengamanan dan evakuasi.
Selain aspek teknis, sistem pelayanan publik menjadi perhatian utama. Pos Terpadu diharapkan mampu menyediakan layanan informasi yang akurat, respons cepat terhadap kondisi darurat, serta dukungan kenyamanan bagi pemudik yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang.

Keterangan foto:
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., memberikan arahan langsung kepada petugas dan berinteraksi dengan masyarakat saat melakukan peninjauan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 H/2026 di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan kelancaran, keamanan, dan pelayanan bagi pemudik yang akan menyeberang dari Jawa ke Bali.
Peran Strategis Pelabuhan Ketapang
Secara geografis dan operasional, Pelabuhan Ketapang merupakan jalur utama mobilitas antarprovinsi sekaligus koridor distribusi logistik. Pada periode mudik dan arus balik, peningkatan volume kendaraan berpotensi menimbulkan kepadatan signifikan. Karena itu, penguatan fungsi Pos Terpadu menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas lalu lintas serta mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan dan akses sekitarnya.
Pengamanan di lokasi ini melibatkan sinergi lintas sektor, antara lain kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta operator ASDP. Koordinasi terpadu tersebut dinilai krusial dalam memastikan efektivitas pengaturan arus dan pelayanan kepada masyarakat.
Target Mudik Aman dan Lancar
Kapolda Jatim menegaskan bahwa optimalisasi Pos Terpadu tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik selama musim mudik. Kemudahan akses informasi, penanganan cepat terhadap insiden, serta pengaturan lalu lintas yang adaptif menjadi prioritas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Dengan evaluasi berkelanjutan dan penguatan kesiapan di lapangan, Polda Jawa Timur menargetkan terciptanya kondisi mudik Lebaran 2026 yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.
Sumber: Polda Jawa Timur
Reporter: Wahyu Saputra
Editor: Respati






