SURABAYA – analisapublik.id – Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Jawa Timur memperkuat kesiapan infrastruktur pada sejumlah ruas strategis di wilayah barat hingga selatan Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman, lancar, dan terkendali selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Satker PJN Wilayah II berada di bawah koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali dan dipimpin oleh Andhika Tommy Ardiansyah, S.T., M.Eng.Sc., dengan kantor operasional di Jalan Raya Waru No. 20, Sidoarjo.
Wilayah kerja Satker PJN Wilayah II mencakup koridor nasional yang menghubungkan perbatasan Jawa Tengah menuju Ngawi, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, hingga Pacitan dan Trenggalek. Jalur tersebut merupakan lintasan utama kendaraan pribadi, angkutan umum, serta distribusi logistik antarwilayah, khususnya saat puncak mobilitas mudik.
Perwakilan Satker PJN Wilayah II menyampaikan, pemantauan kondisi jalan telah dilakukan secara berkala melalui inspeksi lapangan, pengawasan teknis, dan koordinasi dengan unit pelaksana di masing-masing ruas.
“Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kami memastikan seluruh ruas nasional di wilayah kerja dalam kondisi baik dan siap dilalui. Tim teknis melakukan pemantauan rutin agar potensi gangguan dapat segera ditangani,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Selain kesiapan fisik jalan dan jembatan, penguatan juga dilakukan pada sistem pemantauan lalu lintas serta penyediaan informasi publik guna membantu masyarakat merencanakan perjalanan secara lebih efektif.
Sebagai bagian dari dukungan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan Microsite Mudik Lebaran yang dapat diakses secara daring melalui mudik.pu.go.id. Platform ini menyajikan informasi real-time terkait kondisi jalan dan jembatan nasional, tayangan CCTV ruas tol dan non-tol, lokasi rest area, posko mudik Kementerian PU, hingga jalur operasional dan jalur fungsional yang dibuka selama periode mudik.
Pemerintah juga membuka layanan call center mudik di nomor 0822-8885-8884 yang aktif 24 jam untuk melayani informasi kondisi jalan maupun kebutuhan darurat pengguna jalan.
Pengelolaan teknis di lapangan dilaksanakan melalui tujuh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni PPK 2.1 Mahatma Manurung, S.E., S.T. yang menangani ruas Kertosono–Kediri–Tulungagung–Jarakan (Trenggalek); PPK 2.2 Candra Hervin Subandriyo, S.T. untuk ruas Mantingan–Ngawi–Maospati–Madiun; PPK 2.3 Endhy Aktony, S.T. pada ruas Batas Pacitan–Jarakan (Trenggalek)–Dengok; PPK 2.4 Alif Setyo Ismoyo, S.T., M.T. pada Glonggong–Pacitan–Hadiwarno–Batas Trenggalek; PPK 2.5 Rahmat Romadhona, S.T., M.T. pada Ngawi–Caruban–Nganjuk–Kertosono; PPK 2.6 I Made Budiana, S.T., M.T. pada jalur Pansela Trenggalek–Tulungagung; serta PPK 2.7 Leo Aditya Mahardika, S.T. yang menangani jalur Pansela wilayah Kabupaten Blitar.
Keberadaan koridor-koridor tersebut memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. Pada periode mudik, intensitas kendaraan di jalur barat dan selatan biasanya meningkat signifikan, terutama kendaraan pribadi yang bergerak dari kawasan perkotaan menuju daerah kabupaten.
Satker PJN Wilayah II mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan secara matang, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta memanfaatkan fasilitas informasi resmi yang telah disediakan pemerintah.
“Perjalanan mudik bukan hanya soal kecepatan tiba, tetapi keselamatan sampai tujuan. Perencanaan yang baik akan membantu mengurangi risiko selama di perjalanan,” pungkasnya.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






