SEMARANG – analisapublik.id | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta tengah melakukan rekonstruksi Jalan Kaligawe arah Demak sepanjang 700 meter sejak Desember 2025. Penanganan dilakukan dengan meningkatkan elevasi badan jalan dan membangun struktur perkerasan rigid (beton) guna memperkuat daya dukung sekaligus mengurangi potensi genangan saat cuaca ekstrem.
Langkah ini difokuskan pada segmen strategis di koridor Pantura yang selama ini dikenal rawan tergenang, terutama ketika curah hujan tinggi dan terjadi rob di kawasan pesisir Semarang–Demak. Dengan peninggian badan jalan serta penggunaan konstruksi beton, diharapkan ketahanan struktur meningkat dan layanan lalu lintas menjadi lebih andal dalam jangka panjang.
BBPJN Jateng–DIY memastikan bahwa selama periode arus mudik Lebaran 2026, jalur tersebut tetap dapat dilintasi kendaraan. Skema fungsional telah disiapkan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu. Pengaturan lalu lintas diterapkan secara bertahap sehingga pekerjaan konstruksi dan arus kendaraan dapat berjalan berdampingan.
Sesuai ketentuan pekerjaan konstruksi pada masa angkutan Lebaran, aktivitas utama proyek dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah H+10 Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengutamakan kelancaran arus mudik dan arus balik, mengingat Jalan Kaligawe merupakan salah satu akses vital penghubung Semarang–Demak yang menopang pergerakan kendaraan logistik maupun pemudik di jalur Pantura.
Secara teknis, rekonstruksi rigid beton dipilih karena memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap beban lalu lintas berat serta kondisi lingkungan yang lembap. Peninggian elevasi jalan juga dirancang sebagai solusi jangka menengah untuk meminimalkan gangguan akibat genangan yang selama ini menjadi persoalan berulang di kawasan tersebut.
Melalui penanganan ini, BBPJN Jateng–DIY menargetkan terciptanya ruas jalan nasional yang lebih mantap, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di koridor Pantura.
Sumber: BBPJN Jateng–DIY
Reporter: Bambang Setiawan, SH
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






