SEMARANG – analisapublik.id | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta mempercepat pekerjaan peninggian badan Jalan Kaligawe pada jalur Pantura Semarang–Demak menjelang arus mudik Lebaran 2026. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk memastikan jalur utama transportasi dan distribusi logistik tetap berfungsi saat mobilitas masyarakat meningkat.
Pekerjaan dilakukan sepanjang sekitar 700 meter di kawasan Kaligawe, Kota Semarang. Segmen penanganan dimulai dari perbatasan jembatan tol hingga area rumah sakit di wilayah tersebut. Ruas ini dikenal sebagai titik rawan genangan yang sering menghambat arus kendaraan di jalur Pantura.
BBPJN Jawa Tengah–DIY memprioritaskan percepatan pekerjaan agar ruas tersebut dapat difungsikan sebelum puncak arus mudik. Jalur Kaligawe tidak hanya dilalui kendaraan pribadi pemudik. Koridor ini juga menjadi jalur vital distribusi logistik yang menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan di Jawa Tengah.
Di lapangan, pekerjaan difokuskan pada penimbunan material serta penguatan struktur jalan. Tahap ini menjadi fondasi peninggian elevasi badan jalan. Penyesuaian elevasi dilakukan agar permukaan jalan lebih tinggi dari kondisi sebelumnya sehingga risiko genangan akibat hujan deras maupun banjir rob dapat ditekan.
Kepala BBPJN Jawa Tengah–DIY Moch Iqbal Tamher menyampaikan percepatan pekerjaan saat ini difokuskan pada jalur arah Demak. Pada segmen tersebut digunakan konstruksi rigid beton dengan peninggian sekitar satu meter dari elevasi sebelumnya.
“Saat ini kami fokus menyelesaikan sisi arah Demak menggunakan konstruksi rigid beton dengan peninggian sekitar satu meter,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan jalur arah Semarang belum dikerjakan bersamaan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode angkutan Lebaran. Penanganan sisi tersebut akan dilanjutkan setelah masa mudik dan arus balik selesai.
Skema pekerjaan bertahap dipilih agar aktivitas konstruksi tidak mengganggu mobilitas kendaraan yang diperkirakan meningkat selama musim mudik. Dengan mempertahankan satu jalur operasional, arus kendaraan di koridor Pantura diharapkan tetap berjalan lancar.
Kaligawe selama ini menjadi salah satu titik krusial di jalur Pantura. Selain menjadi simpul lalu lintas Semarang–Demak, kawasan ini kerap terdampak banjir rob akibat elevasi jalan yang lebih rendah dibanding wilayah sekitarnya. Kondisi tersebut sering memicu kemacetan panjang terutama saat curah hujan tinggi.
Melalui peninggian badan jalan, pemerintah berharap ketahanan infrastruktur terhadap genangan meningkat. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di jalur Pantura yang menjadi tulang punggung transportasi Pulau Jawa.
BBPJN Jawa Tengah–DIY menargetkan ruas Jalan Kaligawe yang sedang dikerjakan dapat difungsikan paling lambat H-10 sebelum Lebaran. Target tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur Pantura Semarang–Demak serta mengurangi risiko hambatan lalu lintas akibat genangan air.
Reporter: Dwi Santoso
Editor: Bambang Setiawan
Dok: Foto Istimewa






