SURABAYA – analisapublik.id | Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim, Sabtu 28 Februari 2026 di Kantor MPW Pemuda Pancasila Jatim, Surabaya.

Keterangan Foto :
Suasana peserta buka puasa bersama dan konsolidasi organisasi MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur bersama DPD Gapeknas Jawa Timur di Surabaya.
Forum ini dihadiri jajaran pengurus, kader, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha konstruksi sebagai bagian dari penguatan soliditas organisasi dan jejaring ekonomi daerah.
Agenda ini mempertemukan Ketua MPC Pemuda Pancasila se-Jawa Timur, jajaran pengurus, kader, serta pengurus DPD Gapeknas dari berbagai kabupaten dan kota. Tokoh masyarakat dan tokoh agama hadir dalam forum tersebut. Pertemuan dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan jejaring ekonomi di tengah dinamika regulasi dan persaingan usaha.
Mewakili Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua MPW H. Muhammad Ali Afandi atau Andi menegaskan Ramadan menjadi momentum pembentukan karakter kader. Ia meminta struktur organisasi memperkuat disiplin, soliditas internal, dan tanggung jawab sosial.
Menurut Andi, kekuatan organisasi diukur dari kerja nyata. Integritas kader harus tercermin dalam program sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pembinaan generasi muda. Komitmen menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI dinilai harus berjalan seiring dengan kontribusi konkret di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan struktur hingga tingkat kabupaten dan kota. Konsolidasi internal dinilai penting untuk menjaga arah gerak organisasi agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan sosial dan ekonomi.
Ketua DPD Gapeknas Jawa Timur H. Baso Juherman menyoroti tantangan sektor konstruksi pada 2026. Pelaku usaha diminta beradaptasi dengan sistem pengadaan berbasis digital dan regulasi terbaru. Perubahan mekanisme lelang dari manual ke digital menuntut peningkatan kompetensi, transparansi, dan tata kelola profesional.
Baso menyebut 2026 sebagai momentum kebangkitan kontraktor lokal. Ia membuka peluang kolaborasi dengan kader Pemuda Pancasila dalam penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan akses proyek konstruksi di Jawa Timur.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim. Aksi sosial ini menjadi simbol sinergi lintas organisasi yang diwujudkan melalui kepedulian langsung kepada masyarakat.
Reporter: Alief Laksono
Editor: Kiki Juanda






