TULUNGAGUNG – analisapublik.id | Setelah pemberitaan 15 Februari 2026 soal jalan kabupaten rusak dan aksi warga Ngunut menanam pohon pisang sebagai bentuk protes, Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo turun langsung melakukan inspeksi mendadak, Rabu (18/02/2026).
Sidak menyasar Jalan Raya Pandean, Kecamatan Ngunut, yang sebelumnya viral karena ditanami pohon pisang di sepanjang kurang lebih 200 meter ruas berlubang. Aksi itu dilakukan warga sebagai bentuk kekecewaan atas kerusakan jalan yang dinilai membahayakan pengendara.
Bupati Gatut Sunu didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tulungagung Erwin Novianto, jajaran PUPR, camat, kepala desa beserta perangkat desa, hingga unsur TNI dan Polri setempat.

Keterangan foto : Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo saat melakukan inspeksi mendadak di ruas Jalan Pandean, Kecamatan Ngunut, yang sebelumnya ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes warga atas kerusakan jalan. Dok. analisapublik.id.
Dalam sidak tersebut, Bupati memastikan perbaikan Jalan Pandean segera dimulai pada Februari ini.
“Kami sampaikan kepada masyarakat Ngunut, tanggal 19 Februari pekerjaan sudah mulai. Ini sudah direncanakan sejak 2025 dan memang dijadwalkan bulan ini,” tegasnya.
Ia menegaskan, perbaikan ruas jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2026. Menurutnya, survei lokasi bahkan sudah dilakukan sejak 2025.
“Sejak 2025 saya bersama Kepala Dinas PU sebelumnya sudah survei. Jadi ini bukan mendadak. Insyaallah sebelum Lebaran jalannya sudah mulus,” ujarnya.
Gatut Sunu meminta masyarakat bersabar karena proses pengerjaan segera berjalan dalam hitungan hari. Ia menargetkan sebelum Idul Fitri seluruh titik prioritas sudah tertangani.
Sidak tidak hanya dilakukan di Ngunut. Bupati juga meninjau sejumlah titik lain yang mengalami kerusakan, antara lain Desa Pelem Kecamatan Campurdarat, Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu, kawasan Jembatan Junjung Kecamatan Sumbergempol, serta Jalur Lingkar Waduk Wonorejo Kecamatan Pagerwojo.
Percepatan perbaikan jalan, menurutnya, menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan distribusi ekonomi, terutama menjelang arus mudik Idul Fitri.
“Saya instruksikan agar diusahakan sebelum Lebaran selesai. Kerjakan sesuai spesifikasi. Kualitas dan standar harus benar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat, LSM, dan media untuk ikut mengawasi proses pekerjaan agar pelaksanaan sesuai dengan ketentuan teknis.

Keterangan foto : Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama jajaran Dinas PUPR, unsur TNI, Polri, serta perangkat desa saat melakukan inspeksi mendadak di ruas Jalan Lingkar Waduk Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo. Sidak dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur dan percepatan perbaikan menjelang Idul Fitri. Dok. analisapublik.id
Kepala Dinas PUPR Tulungagung Erwin Novianto menambahkan, pihaknya segera menindaklanjuti hasil sidak dengan tahapan teknis di lapangan. Salah satu fokus utama adalah penanganan Jembatan Junjung agar tetap aman dilalui kendaraan, termasuk yang bermuatan.
Sebelumnya, warga Ngunut melakukan aksi penanaman pohon pisang sebagai protes atas kondisi jalan rusak yang telah berlangsung bertahun-tahun. Lubang besar yang tertutup genangan air saat hujan dinilai rawan memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Merujuk Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki jalan rusak yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pasal 273 dalam undang-undang yang sama juga mengatur sanksi apabila kerusakan jalan yang tidak segera ditangani mengakibatkan korban.
Dengan adanya sidak dan percepatan perbaikan ini, warga berharap akses jalan kabupaten kembali aman dan layak sebelum momentum Lebaran.
Reporter: Endi Sunaryo
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






