Ekbis

Tekan Pengangguran Muda, Jawa Timur Perkuat Sinergi Pelatihan Vokasi dan Industri

264
×

Tekan Pengangguran Muda, Jawa Timur Perkuat Sinergi Pelatihan Vokasi dan Industri

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Upaya menekan angka pengangguran di kalangan generasi muda Jawa Timur terus dipacu melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Yayasan Plan International Indonesia (YPII) menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur beserta puluhan perusahaan swasta untuk menyelaraskan kurikulum pelatihan tenaga kerja dengan dinamika kebutuhan industri saat ini.

Langkah ini diwujudkan melalui skema program You RISE dan Future Makers. Keduanya menitikberatkan pada integrasi hulu ke hilir, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, program pemagangan, hingga penempatan kerja yang terukur.

Manajer Proyek You RISE YPII, Maya, menjelaskan bahwa sinkronisasi antarlembaga menjadi krusial untuk memastikan efisiensi program. Menurutnya, pemetaan inisiatif pemerintah melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Latihan Kerja (BLK) harus selaras agar tidak terjadi tumpang tindih (duplikasi) kegiatan.

“Kami juga mengajak sektor swasta untuk mengadopsi prinsip inklusivitas dan safeguarding. Tujuannya agar tercipta lingkungan kerja yang aman, layak, dan protektif bagi tenaga kerja muda,” ujar Maya dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.

Program ini juga memberikan ruang luas bagi penyandang disabilitas untuk berkompetisi di pasar kerja. Direktur Gadisku (Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinsos Jatim), Edy Cahyono, mengungkapkan bahwa 30 perusahaan telah berkomitmen memenuhi kuota minimal 1 persen pekerja disabilitas.

Meski demikian, Edy mengakui tantangan masih ada, terutama terkait skema kerja yang mayoritas masih bersifat magang atau kontrak jangka pendek.

“Tahun ini target kami menyalurkan 100 tenaga kerja disabilitas usia 19–35 tahun. Minat pendaftar sangat tinggi melampaui target, dan seleksi akan kami pertajam sesuai standar industri,” tegas Edy.

Sinergi tripartit antara pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya lapangan kerja berkualitas di Jawa Timur, sekaligus menyokong target pemagangan nasional yang dicanangkan Kementerian Ketenagakerjaan. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.