JEMBER, analisapublik.id – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember kembali mengaktifkan kegiatan donor darah di tingkat kecamatan guna mengamankan ketersediaan stok darah menjelang bulan suci Ramadan. Setelah sempat vakum cukup lama, Kecamatan Pakusari dipilih menjadi lokasi perdana pengaktifan kembali aksi kemanusiaan ini, Jumat, 23 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Pakusari sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini tidak hanya diikuti oleh pegawai setempat, tetapi juga menyasar warga umum, personel kepolisian, hingga pelajar.
Ada yang berbeda dalam aksi donor darah kali ini. Sebagai bentuk apresiasi, setiap warga yang berhasil mendonorkan darahnya mendapatkan satu kemasan minyak goreng 900 ml dan kalender tahun 2026.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menjelaskan bahwa pemberian insentif ini merupakan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas stok darah di rumah sakit yang cenderung meningkat permintaannya menjelang bulan puasa.
“Kami berterima kasih kepada warga Pakusari yang telah menyumbangkan darah. Sebagai apresiasi, PMI Jember memberikan minyak goreng 900 ml dan kalender,” ujar Ghufron saat memantau jalannya kegiatan di lokasi.
Partisipasi Pendonor Pemula
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi, terutama dari kalangan pendonor pemula. Sejumlah pelajar yang sedang menjalani program magang di kantor kecamatan tampak memberanikan diri untuk melakukan donor darah pertama mereka. Selain itu, dua personel Kepolisian Sektor (Polsek) Pakusari juga turut berpartisipasi setelah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan.
Denis, salah satu warga setempat, mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali mendonorkan darah setelah sekian lama terkendala jarak dan waktu.
“Alhamdulillah hari ini bisa donor lagi di kantor kecamatan. Selain membantu orang lain, pulang juga membawa minyak goreng dan kalender,” katanya.
Menjaga Ketersediaan Stok Darah
Langkah jemput bola ke wilayah kecamatan seperti Pakusari ini dipandang krusial. PMI Jember berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin untuk menumbuhkan kembali kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya donor darah secara berkala.
Dengan ketersediaan stok yang terjaga, PMI Jember optimis dapat memenuhi kebutuhan medis di berbagai rumah sakit tanpa harus mengalami krisis saat memasuki bulan Ramadan nanti.
(Res)






