SURABAYA, analisapublik.id – Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya mulai mematangkan rencana penguatan ketahanan pangan nasional melalui pendekatan teritorial di Pulau Madura. Langkah ini diawali dengan survei lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pertanian (Yon TP) serta penentuan titik marshalling area di Kabupaten Sumenep, Kamis (15/1/2026).
Survei dipimpin langsung oleh Asisten Perencanaan (Asren) Kodam V/Brawijaya, Kolonel Kav Yudi Suryatin. Fokus peninjauan menyasar lahan di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota, yang diproyeksikan menjadi markas Yon TP.
“Kami memastikan lokasi yang dipilih benar-benar mendukung pelaksanaan tugas Yon TP ke depan, baik dari aspek lahan, aksesibilitas, maupun potensi wilayah,” ujar Yudi dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Yudi, peninjauan lapangan ini merupakan tahapan krusial untuk memvalidasi kesiapan lahan sebelum masuk ke fase konstruksi. Seluruh data faktual mengenai kondisi geografis dan aksesibilitas lingkungan akan menjadi bahan evaluasi untuk dilaporkan kepada komando atas.
Optimalisasi Potensi Agraris Madura
Dalam kunjungan tersebut, Dandim 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono turut mendampingi tim untuk memaparkan gambaran umum kesiapan wilayah. Bendi menilai, pemilihan Sumenep sebagai lokasi Yon TP sangat strategis mengingat karakter wilayahnya yang agraris.
“Dengan Yon TP, potensi pertanian dapat dioptimalkan sekaligus diperkuat melalui pendampingan dan pelatihan teritorial yang selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata Bendi.
Ia menambahkan bahwa kehadiran batalyon khusus ini diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi petani lokal. Pihak Kodim pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pembangunan ini sejalan dengan program pembangunan wilayah.
Rencana pembangunan Yon TP merupakan bagian dari strategi besar TNI AD dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Batalyon ini nantinya akan memiliki spesifikasi khusus untuk membantu produktivitas lahan pertanian di wilayah teritorialnya.
Usai survei lapangan, jajaran terkait langsung menggelar forum internal di Makodim 0827/Sumenep untuk menyusun laporan kelayakan. Jika seluruh aspek terpenuhi, kehadiran unit ini diprediksi akan menjadi pionir integrasi kekuatan militer dan pemberdayaan pangan di wilayah Madura.
(Res)






