Lamongan, analisapublik.id-Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 11,95 persen pada tahun 2026.
Target ini diupayakan melalui penguatan program lintas sektor yang diarahkan agar lebih tepat sasaran guna memastikan efektivitas penanggulangan kemiskinan di wilayah tersebut.
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menjelaskan bahwa percepatan pengentasan kemiskinan merupakan prioritas daerah yang selaras dengan agenda strategis nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam hal pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi.
Tren kemiskinan di Kabupaten Lamongan tercatat terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data pemerintah daerah, angka kemiskinan turun dari 12,42 persen pada 2023 menjadi 12,16 persen pada 2024, dan kembali menyusut hingga 12,03 persen pada 2025.
Penetapan target untuk tahun 2026 didasarkan pada capaian positif tersebut serta optimalisasi berbagai program kerja yang telah berjalan di lapangan.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Pemkab Lamongan menyiapkan langkah komprehensif yang mencakup berbagai sektor. Di bidang kesehatan, upaya difokuskan pada penguatan layanan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, penyediaan transportasi rujukan persalinan, peningkatan gizi masyarakat, serta penanganan penyakit menular maupun tidak menular.
Selain itu, aspek ketahanan pangan turut diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pangan, edukasi konsumsi pangan beragam, pemanfaatan pekarangan, hingga pemantauan stok pangan di pasar secara berkala.
Program ini juga menyasar perbaikan kualitas hidup melalui penerbitan dokumen kependudukan bagi keluarga dengan kasus stunting dan sosialisasi gemar makan ikan.
Melalui integrasi berbagai program pemberdayaan masyarakat ini, Pemkab Lamongan berharap dapat meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan dan mencapai kemandirian ekonomi yang lebih merata.( wa/ar)






