HeadlinePemerintahan

Harmoni di Harjalu ke-770, Saat Kedisiplinan Berpadu dalam Parade Drumband Lumajang

176
×

Harmoni di Harjalu ke-770, Saat Kedisiplinan Berpadu dalam Parade Drumband Lumajang

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Dentum drum dan lengkingan trompet memecah keheningan di kawasan Timur Stadion Semeru, Sabtu (20/12/2025). Jalan Ahmad Yani hari itu bersolek, menjadi panggung bagi ratusan siswa dalam Parade Drumband Kabupaten Lumajang 2025. Perhelatan ini bukan sekadar unjuk bakat, melainkan sebuah palagan pembentukan karakter bagi generasi muda di tengah kemeriahan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, yang melepas langsung parade tersebut, menekankan bahwa drumband adalah instrumen pendidikan yang komplet. Di sana, kreativitas diuji, namun disiplin dan kebersamaan menjadi harga mati.

“Upaya mendidik anak-anak dalam melatih disiplin, ketegasan, dan kebersamaan tentu membutuhkan effort yang tidak ringan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dibangun melalui seni dan olahraga,” ujar Agus dalam sambutannya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, parade ini adalah investasi jangka panjang. Agus menggarisbawahi peran vital kolaborasi antara guru, pembina, hingga wali murid. Mengutip filosofi Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya, ia mengingatkan bahwa setiap keberhasilan pendidikan menuntut pengorbanan dan kerja keras bersama.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lumajang yang telah konsisten menginisiasi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) ini sebagai wadah pengembangan potensi sejak dini.

“Selamat menampilkan kreativitas kalian dan nikmati kemeriahan Harjalu ke-770. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi pertumbuhan karakter dan kreativitas kalian di masa depan,” tambahnya.

Geliat 36 Peserta dan Kejutan dari Pasukan ASN

Kejurkab Drumband tahun ini diikuti oleh 36 unit peserta yang terbagi dalam jenjang TK, SD/MI, hingga SMP. Namun, ada yang berbeda dalam parade kali ini. Perhatian penonton tersedot oleh kehadiran peserta kehormatan: Marching Band Gita Wira Bhakti.

Uniknya, seluruh personel marching band ini adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang. Kehadiran mereka seolah ingin menunjukkan bahwa semangat kedisiplinan dan kerja kolektif tidak hanya milik siswa, tetapi juga menjadi napas bagi para pelayan publik.

Menjaga Sportivitas di Tengah Perayaan

Di akhir arahannya, Sekda Agus Triyono juga menitipkan pesan penting mengenai sportivitas. Ia mengajak seluruh pendamping dan wali murid untuk menghormati keputusan dewan juri, guna memberikan ruang yang sehat bagi anak-anak dalam berkompetisi.

Melalui parade ini, Harjalu ke-770 tidak hanya dirayakan dengan angka-angka usia kota, tetapi juga dengan derap langkah kaki dan harmoni nada yang diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter kuat. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.