Bojpnegoro, analisapublik.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berkomitmen penuh untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen ini diwujudkan dengan menempatkan ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan beroperasi di wilayah tersebut.
Menurut Ketua DPC Persagi Kabupaten Bojonegoro, Erni Ernawati, peran ahli gizi sangat vital dalam program ini. “Persagi Bojonegoro sudah berkomitmen untuk membantu menyukseskan program MBG dengan menyiapkan ahli gizi di setiap SPPG,” ujar Erni di Bojonegoro, Sabtu (20/9/2025).
Erni menjelaskan, tugas utama ahli gizi di SPPG adalah memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang. Mereka bertanggung jawab mulai dari perencanaan menu, pemenuhan gizi, proses memasak, hingga pendistribusian makanan ke penerima manfaat. Dengan adanya pendampingan ahli gizi, makanan yang disiapkan di SPPG dipastikan mengandung komponen gizi yang lengkap, termasuk makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah-buahan.
Erni juga menyoroti pentingnya komunikasi antara pihak SPPG dan ahli gizi. “Apabila ada keluhan dari masyarakat terkait makanan yang disajikan, biasanya itu karena SPPG tidak mengomunikasikan dengan baik kepada ahli gizi,” terangnya.
Secara keseluruhan, Kabupaten Bojonegoro berencana mengoperasikan 105 SPPG untuk menunjang program MBG. Hingga saat ini, sebanyak 57 SPPG telah beroperasi dan didukung oleh ahli gizi. Sementara itu, 10 SPPG lain masih menunggu penempatan ahli gizi sebelum resmi beroperasi, dan 38 SPPG sisanya masih dalam tahap persiapan.
Meskipun telah berupaya melakukan perekrutan, Persagi Bojonegoro masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan ahli gizi karena banyak dari mereka yang sudah memiliki pekerjaan.
Erni berharap program yang bertujuan membentuk Indonesia Emas 2025 melalui pemenuhan gizi yang optimal ini dapat berjalan lancar. Dengan demikian, kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anak dan seluruh penerima manfaat program bisa terpenuhi dengan baik. ( wa/ar)