EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Tingkatkan Ekonomi Lokal, Bangkalan Gandeng Petani untuk Program Makan Bergizi Gratis

333
×

Tingkatkan Ekonomi Lokal, Bangkalan Gandeng Petani untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, analisapublik.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, kini memberdayakan petani lokal untuk memasok hasil pertanian mereka ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
​Menurut Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, keterlibatan petani sangat penting. “Petani harus menjadi bagian utama dalam rantai pasok program ini,” ujarnya saat meninjau distribusi makanan untuk program MBG pada Senin.
​Ia menambahkan, program ini tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal. Pembangunan SPPG dirancang untuk memberdayakan masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam pembangunan ekonomi.
​Dengan melibatkan petani lokal, terutama untuk pasokan beras, program ini memberikan manfaat ganda: menyehatkan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi warga.
​”Program MBG akan semakin efektif jika dikelola secara kolaboratif,” kata Lukman. Karena itu, ia mendorong pemerintah desa, kelompok tani, dan pengelola dapur MBG untuk bekerja sama secara berkesinambungan. Hal ini diharapkan dapat memastikan distribusi pangan lebih merata, kualitas makanan terjaga, dan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
​Dapur MBG: Buka Peluang Kerja dan Jangkau Lebih Banyak Penerima Manfaat
​Dalam pelaksanaannya, pembangunan SPPG dilakukan dengan kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah desa dan pondok pesantren. Salah satu dapur MBG yang berkolaborasi dengan pemerintah desa berada di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Bangkalan.
​Dapur MBG bernama Jaya Barokah ini mampu melayani 4.000 penerima manfaat yang tersebar di Desa Kombangan dan Desa Kampak. Kehadiran dapur ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar, baik sebagai tenaga dapur maupun distributor makanan.
​Saat ini, Bangkalan memiliki lima dapur penyedia makanan bergizi yang beroperasi di lokasi-lokasi strategis, seperti di area belakang Pendopo Bangkalan (Kodim), Kampung Bungsang, Kecamatan Modung, serta Desa Bumianyar.
​Dengan adanya sentra-sentra pangan ini, pemerintah daerah optimistis dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
​”Program MBG adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya menyiapkan generasi yang sehat, tetapi juga membangun fondasi ekonomi kerakyatan dari desa,” tutup Lukman. Ia berharap semua pihak dapat berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan program ini. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.