Jakarta, analisapubik.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan kiprahnya melampaui tugas keamanan. Kali ini, Polri turut mengakselerasi program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto dengan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Madiun, Jawa Timur.
Irwasum Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memimpin peletakan batu pertama SPPG Lapak Kampir di Kelurahan Kanigoro, Madiun, pada Jumat (8/8/2025). Bangunan yang nantinya berfungsi sebagai “dapur gizi” ini diharapkan menjadi pusat penyediaan makanan sehat bagi ribuan siswa penerima program MBG di Kota Madiun.
“Mari sukseskan program ini bersama demi generasi sehat yang akan memimpin Indonesia Emas 2045,” ajak Komjen Pol. Dedi dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (10/8/2025).
Menurut Dedi, SPPG bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencegah stunting, memperkuat ketahanan pangan, dan mencetak sumber daya manusia unggul.
Ia menekankan dua pilar utama keberhasilan program. Pertama, komitmen mutu tinggi melalui mekanisme security food test. Setiap makanan wajib diuji keamanan oleh tim medis Polri (Pusdokkes, Bidokkes Polda, Urkes Polres) sebelum didistribusikan.
“Ini adalah pembeda SPPG Polri. Setiap produksi makanan wajib melalui uji keamanan untuk menjamin standar higienis tertinggi, mencegah keracunan, dan memastikan gizi yang aman untuk penerima manfaat,” jelasnya.
Kedua, strategi kolaborasi pentahelix berkelanjutan. Polri mengajak pemerintah (TNI, pemda, kementerian/lembaga), akademisi, dunia usaha (UMKM, koperasi, kelompok tani), masyarakat, serta media untuk berperan aktif. Pendekatan holistik ini dirancang untuk memutus rantai stunting melalui intervensi gizi tepat sasaran sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Wali Kota Madiun, Maidi, melihat SPPG sebagai bagian integral dari strategi kota dalam membangun masa depan warganya. “Dapur gizi juga menjadi bagian dari upaya menurunkan suhu kota, meningkatkan oksigen, dan menggerakkan ekonomi lokal,” tuturnya.
SPPG Kanigoro dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar hasil sinergi Polri dan PT Arya Motor Indonesia. Ditargetkan selesai dalam 45 hari dan akan beroperasi pada Oktober 2025, melayani 4.103 siswa SD dan SMP dengan bahan baku dari pasar tradisional dan UMKM setempat.
Pembangunan di Madiun hanyalah satu dari lompatan besar Polri di seluruh Indonesia. Hingga Agustus 2025, tercatat 27 SPPG telah beroperasi melayani 86.777 penerima manfaat per hari. Sebanyak 34 unit dalam tahap persiapan akhir, 155 unit tengah dibangun, dan 205 unit baru memulai konstruksi.
Jika seluruh 421 unit ini beroperasi, SPPG akan menjadi tulang punggung distribusi gizi bagi 1,47 juta orang per hari. Polri menargetkan 500 unit SPPG rampung pada akhir 2025 dan memperluas hingga 1.000 unit pada 2026. Melalui SPPG, Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menyiapkan generasi sehat yang siap mengisi masa depan Indonesia Emas.
(Res)











