HeadlinePemerintahanPolitik

Satker PJN Wilayah I NTB Prioritaskan Penyelesaian Proyek Berjalan dan Peningkatan Mutu Jalan Nasional 2026

64
×

Satker PJN Wilayah I NTB Prioritaskan Penyelesaian Proyek Berjalan dan Peningkatan Mutu Jalan Nasional 2026

Sebarkan artikel ini

MATARAM — analisapublik.id | Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan fokus kerja tahun 2026 pada penyelesaian proyek-proyek jalan nasional yang telah berkontrak pada tahun anggaran sebelumnya, sekaligus meningkatkan mutu dan kualitas layanan infrastruktur jalan di Pulau Lombok.

Kepala Satker PJN Wilayah I NTB, Herlambang Zulfikar, S.T., M.M.T., menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kesinambungan pembangunan serta memastikan hasil pekerjaan tetap memenuhi standar teknis yang ditetapkan pemerintah.

“Wilayah kerja kami pada 2026 difokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah berkontrak di tahun sebelumnya. Di saat yang sama, kami terus meningkatkan mutu kualitas jalan nasional di NTB agar kondisinya semakin baik,” ujar Herlambang kepada analisapublik.id, Sabtu (31/1/2026).

Satker PJN Wilayah I NTB merupakan unit operasional di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, yang bertanggung jawab atas pembangunan, preservasi, serta pemeliharaan jalan dan jembatan nasional di wilayah strategis Pulau Lombok.

Menurut Herlambang, peningkatan kualitas jalan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan teknis di lapangan, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Karena itu, Satker PJN Wilayah I NTB membuka ruang koordinasi dan pengaduan untuk memantau kondisi jalan secara berkelanjutan.

“Kami sigap 24 jam. Peran masyarakat sangat penting untuk terus berkoordinasi terkait kualitas dan kondisi jalan, sehingga setiap permasalahan bisa segera ditangani,” jelasnya.

Secara teknis, Satker PJN Wilayah I NTB menangani sejumlah ruas jalan nasional yang memiliki fungsi strategis, baik sebagai jalur logistik, penghubung kawasan wisata, maupun akses utama menuju pelabuhan penyeberangan. Memasuki awal 2026, fokus pekerjaan diarahkan pada tahap akhir penyelesaian proyek-proyek sebelumnya serta memastikan kesiapan infrastruktur menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat.

Pembagian wilayah kerja dilakukan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memastikan pengelolaan proyek berjalan terukur. PPK 1.1 menangani ruas jalan di sisi barat dan utara Pulau Lombok yang menjadi jalur utama pariwisata dan distribusi logistik. PPK 1.2 berfokus pada pemeliharaan dan peningkatan kapasitas jalan di wilayah perkotaan Mataram serta akses wisata pesisir. Sementara itu, PPK 1.3 bertanggung jawab atas koridor penghubung Mataram dengan Pelabuhan Lembar serta jalur menuju wilayah Lombok Timur.

Melalui pengelolaan yang terstruktur dan pengawasan berlapis, Satker PJN Wilayah I NTB menargetkan kondisi jalan nasional di Pulau Lombok tetap andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta aktivitas masyarakat sepanjang tahun 2026.

Reporter : Lalu Muhammad
IT : Respati
Editor : Abdul Rasyid, S.Ag.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.